Cari Blog Ini

Selasa, 01 Februari 2011

SENI LUKIS

Sorry sebelumnya karena kurang lengkap secara keseluruhan
"SORRY"

Seni lukis adalah salah catu cabang dari ilmu seni rupa,seni lukis mengenal
adanya Aliran atau gaya visual dalam seni lukis. Disini akan saya tulis
beberapa aliran dalam seni lukis, pengertian, serta tokoh ( pelukis) yang
cukup terkenal yang mewakili aliran tersebut.

Aliran-aliran  Dalam Seni Lukis:

Fauvisme adalah suatu aliran dalam seni lukis yang berumur cukup pendek
 menjelang dimulainya era seni rupa modern. Nama fauvisme berasal dari
 kata sindiran “fauve” (binatang liar) oleh Louis Vauxcelles saat mengomentari
 pameran Salon d’Automne dalam artikelnya untuk suplemen Gil Blas edisi 17
 Oktober 1905, halaman 2.

Kepopuleran aliran ini dimulai dari Le Havre, Paris, hingga Bordeaux.
 Kematangan konsepnya dicapai pada tahun 1906.

Fauvisme adalah aliran yang menghargai ekspresi dalam menangkap
suasana yang hendak dilukis. Tidak seperti karya impresionisme,
pelukis fauvis berpendapat bahwa harmoni warna yang tidak terpaut
dengan kenyataan di alam justru akan lebih memperlihatkan hubungan
pribadi seniman dengan alam tersebut.

Konsep dasar fauvisme bisa terlacak pertama kali pada 1888 dari
komentar Paul GauguinPaul Sérusier: kepada

“How do you see these trees? They are yellow.
So, put in yellow; this shadow, rather blue, paint it with pure
ultramarine; these red leaves? Put in vermilion.”

“Bagaimana kau menginterpretasikan pepohonan itu?
Kuning, karena itu tambahkan kuning. Lalu bayangannya terlihat
agak biru, karena itu tambahkan ultramarine. Daun yang kemerahan?
Tambahkan saja vermillion.”

Segala hal yang berhubungan dengan pengamatan secara objektif dan
realistis, seperti yang terjadi dalam lukisan naturalis, digantikan oleh
pemahaman secara emosional dan imajinatif. Sebagai hasilnya warna
dan konsep ruang akan terasa bernuansa puitis. Warna-warna yang
dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna di lapangan, tetapi
mengikuti keinginan pribadi pelukis.

Penggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa
lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat.
Akibatnya bentuk benda mudah dikenali tanpa harus mempertimbangkan
banyak detail.

Pelukis fauvis menyerukan pemberontakan terhadap kemapanan seni
lukis yang telah lama terbantu oleh objektivitas ilmu pengetahuan seperti
yang terjadi dalam aliran impresionisme, meskipun ilmu-ilmu dari pelukis
terdahulu yang mereka tentang tetap dipakai sebagai dasar dalam melukis.
Hal ini terutama terjadi pada masa awal populernya aliran ini pada
periode 1904 hingga 1907.
Pengaruh

Pengaruh awal dari aliran ini mungkin sekali didapat dari rintisan yang
dimulai oleh karya-karya Paul Cezanne, Gustave Moreau, Paul Gauguin,
maupun Vincent van Gogh. Meskipun pelukis tersebut tidak melibatkan
diri kepada gerakan fauvisme dan berbeda era dengan dimulainya aliran
ini, namun karyanya menjadi acuan bagi pelukis muda yang nantinya akan
menjadi pelukis fauvis.

Meskipun hanya berumur pendek, aliran fauvisme menjadi tonggak konsep
seni rupa modern berikutnya.

=>Daftar Pelukis Fauvisme :

· Henri Matisse

· André Derain

· Georges Braque

· Albert Marquet

· Henri Manguin

· Charles Camoin

· Henri Evenepoel

· Jean Puy

· Maurice de Vlaminck

· Raoul Dufy

· Othon Friesz

· Georges Roua

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ekspresionisme yaitu aliran seni lukis yang mengutamakan kebebasan
dalam bentuk dan warna untuk mencurahkan emosi atau perasaan.

Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi
kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan
di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. Istilah emosi ini
biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada
emosi bahagia.

Pelukis Matthias Grünewald dan El Greco bisa disebut ekspresionis.

=>Daftar Pelukis Ekspresionisme dari abad 20 yang tergolong adalah:

· Jerman: Heinrich Campendonk, Emil Nolde, Rolf Nesch, Franz Marc,
Ernst Barlach, Wilhelm Lehmbruck, Erich Heckel, Karl Schmidt-Rottluff,
Ernst Ludwig Kirchner, Max Beckmann, August Macke, Elfriede
Lohse-Wächtler, Ludwig Meidner, Paula Modersohn-Becker, Gabriele
Münter, dan Max Pechstein.

· Austria: Egon Schiele dan Oskar Kokoschka

· Russia: Wassily Kandinsky dan Alexei Jawlensky

· Netherlands: Charles Eyck, Willem Hofhuizen, Jaap Min, Jan Sluyters,
Jan Wiegers dan Hendrik Werkman

· Belgia: Constant Permeke, Gust De Smet, Frits Van den Berghe,
James Ensor, Floris Jespers, dan Albert Droesbeke.

· Perancis: Gen Paul dan Chaim Soutine

· Norwegia: Edvard Munch

· Swiss: Carl Eugen Keel

· Indonesia: Affandi
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

kubisme adalah sebuah gerakan modern seni rupa pada awal abad ke-20
yang dipelopori oleh Picasso dan Braque. Prinsip-prinsip dasar yang umum
pada kubisme yaitu menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong,
distorsi, overlap, penyederhanaan, transparansi, deformasi, menyusun dan
aneka tampak. Gerakan ini dimulai pada media lukisan dan patung melalui
pendekatannya masing-masing

pada kubisme, bentuk –bentuk karyanya menggunakan bentuk –bentuk
geometri (segitiga, segiempat, kerucut, kubus, lingkaran dan sebagainya)
seniman kubisme sering menggunakan teknik kolase, misalnya menempelkan
 potongan kertas surat kabar, gambar –gambar poster dan lain- lain.

Kubisme sebagai pencetus gaya nonimitative muncul setelah Picasso dan
Braque menggali sekaligus terpengaruh bentuk kesenian primitif, seperti
patung suku bangsa Liberia, ukiran timbul (basrelief) bangsa Mesir, dan
topeng-topeng suku Afrika. Juga pengaruh lukisan Paul Cezanne, terutama
karya still life dan pemandangan, yang mengenalkan bentuk geometri baru
dengan mematahkan perspektif zaman Renaisans. Ini membekas pada
keduanya sehingga meneteskan aliran baru.

Istilah “Kubis” itu sendiri, tercetus berkat pengamatan beberapa kritikus.
Louis Vauxelles (kritikus Prancis) setelah melihat sebuah karya Braque
di Salon des Independants, berkomenmtar bahwa karya Braque sebagai
reduces everything to little cubes (menempatkan segala sesuatunya pada
bentuk kubus-kubus kecil. Gil Blas menyebutkan lukisan Braque sebagai
bizzarries cubiques (kubus ajaib). Sementara itu, Henri Matisse menyebutnya
sebagai susunan petits cubes (kubus kecil). Maka untuk selanjutnya dipakai
istilah Kubisme untuk memberi ciri dari aliran seperti karya-karya tersebut.

Perkembangan awal

Dalam tahap perkembangan awal, Kubisme mengalami fase Analitis yang
dilanjutkan pada fase Sintetis. Pada 1908-1909 Kubisme segera mengarah
lebih kompleks dalam corak yang kemudian lebih sistematis berkisar
antara tahun 1910-1912. Fase awal ini sering diberi istilah Kubisme Analitis
karena objek lukisan harus dianalisis. Semua elemen lukisan harus
dipecah-pecah terdiri atas faset-fasetnya atau dalam bentuk kubus.

Objek lukisan kadang-kadang setengah tampak digambar dari depan persis,
sedangkan setengahnya lagi dilihat dari belakang atau samping. Wajah
manusia atau kepala binatang yang diekspos sedemikian rupa, sepintas
terlihat dari samping dengan mata yang seharusnya tampak dari depan.

Pada fase Kubisme Analitis ini, para perupa sebenarnya telah membuat
pernyataan dimensi keempat dalam lukisan, yaitu ruang dan waktu karena
pola perspektif lama telah ditinggalkan.

Bila pada pereiode analitis Braque maupun Picasso masih terbelenggu
dalam kreativitas yang terbatas, berbeda pada fase Kubisme Sintetis.
Kaum Kubis tidak lagi terpaku pada tiga warna pokok dalam
goresan-goresannya. Tema karya-karya mereka pun lebih variatif.
Dengan keberanian meninggalkan sudut pandang yang menjadi ciri khasnya
untuk beranjak ke tingkat inovatif berikutnya.

Perkembangan karya kaum Kubis selanjutnya adalah dengan perhatian
mereka terhadap realitas. Dengan memasukkan guntingan-guntingan kata
atau kalimat yang diambil dari suratpaper colle. kabar kemudian direkatkan
pada kanvas sehingga membentuk satu komposisi geometris. Eksperimen
tempelan seperti ini lazim disebut teknik kolase atau

=>Daftar Pelukis Kubisme :

* Paul Cezane
* Pablo Picasso
* George Braque
* Metzinger
* Albert Glazez
* But Mochtar
* Moctar Apin
* Fajar Sidik
* Andre Derain
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Surealisme, adalah sebuah aliran seni dan kesusastraan yang menjelajahi
dan merayakan alam mimpi dan pikiran bawah sadar melalui penciptaan
karya visual, puisi, dan film. Surealisme diluncurkan secara resmi di Paris,
Perancis, pada tahun 1924, ketika penulis Perancis Andre Breton menulis
manifesto pertama surealisme, mengguratkan ambisi-ambisi akan kelahiran
gerakan baru. (Breton menuliskan dua lagi manifesto surealis, pada tahun
1930 dan 1942). Gerakan tersebut segera menyebar ke wilayah lain di
Eropa, juga ke wilayah Amerika Utara dan Selatan. Di antara
kontribusi-kontribusi yang paling penting dari gerakan surealis adalah
penemuan teknik artistik baru yang terhubung ke alam pikiran bawah sadar
seniman.

Surealisme, dalam banyak karakteristik, merupakan kelanjutan dari gerakan
seni pendahulunya yang dikenal sebagai Dada, yang didirikan di tengah
berkecamuknya Perang Dunia I (1914-1918). Terhentak oleh kenyataan
kehancuran besar-besaran dan melayangnya begitu banyak nyawa yang
diakibatkan perang, motivasi-motivasi para Dadais secara kuat bersifat
politis: untuk mengejek kebudayaan, pemikiran, teknologi, bahkan seni.
Mereka percaya bahwa keyakinan apapun akan kemampuan kemanusiaan
untuk mengembangkan diri melalui seni dan kebudayaan, khususnya setelah
penghancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat perang, adalah
naif dan tidak realistis. Sebagai akibatnya, para Dadais menciptakan karya
menggunakan ketidaksengajaan, kemungkinan, dan apapun yang
menekankan pada irasionalitas kemanusiaan: contohnya, menulis puisi-puisi
dengan serpihan-serpihan cukilan dari koran yang dipilih secara acak,
berbicara dengan kata-kata tak masuk akal keras-keras, dan mendaulat
obyek sehari-hari sebagai karya seni. Program surealis adalah
pengembangan dari Dada, tapi menaruh lebih banyak pandangan positif
secara esensial pada pesan negatif Dada .

Para surealis secara hebat dipengaruhi oleh Sigmund Freud, pendiri psikoanalisis dari Austria. Mereka terutama sangat menerima pembedaannya antara ego dan id-yaitu, antara naluri-naluri dan hasrat-hasrat utama kita (id) dan corak perilaku kita yang lebih beradab dan rasional (ego). Sejak tuntutan dan kebutuhan utama kita secara berkala berjalan bersinggungan dengan pengharapan masyarakat, Freud menyimpulkan bahwa kita menekan hasrat asli kita ke dalam bagian bawah sadar pikiran kita. Untuk individu yang ingin menikmati kesehatan kejiwaan, ia rasa, mereka harus membawa hasrat-hasrat itu ke pikiran sadar. Freud percaya bahwa – mengesampingkan desakan tuntutan untuk menekan hasrat-hasrat – yang ada di pikiran bawah sadar tetap menampilkan dirinya, terutama ketika pikiran yang sadar melonggarkan cengkeramannya; dalam mimpi, mitos, corak kelakuan ganjil, terpelesetnya lidah, ketidaksengajaan, dan seni. Dalam pencarian untuk mendapatkan akses ke alam pikiran bawah sadar, para surealis menciptakan bentuk dan teknik baru seni yang radikal.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dadaisme, adalah sebuah gerakan seni di awal abad 20, yang anggotanya
bertujuan untuk menyindir secara konyol kebudayaan pada masa itu melalui
rancangan seni pertunjukan, puisi, dan seni visual yang absurd. Para Dadais
merangkul hal-hal yang luar biasa, irasional, dan yang bertentangan secara
besar-besaran sebagai reaksi terhadap kebrutalan yang belum pernah terjadi
sebelumnya dan tak dapat dipahami dalam Perang Dunia I (1914-1918).
Karya mereka dipicu oleh keyakinan bahwa nilai-nilai nasionalisme
kebudayaan Eropa yang tertancap kuat, militerisme, dan bahkan tradisi
panjang filsafat rasional mempunyai andil yang besar atas terjadinya
kengerian perang tersebut. Dada sering digambarkan sebagai nihilistik,
yaitu menolak semua nilai-nilai moral; bagaimanapun juga, para Dadais
menganggap gerakan mereka sebagai penegasan akan pentingnya hidup
ketika menghadapi kematian.

Gerakan Dada memperoleh nama dan identitas yang dapat dikenal jelas
pada tahun 1916, tapi karya beberapa seniman sebelumnya telah
mengandung roh Dada pada tahun-tahun lebih awal. Pada tahun 1913,
seniman Perancis Marcel Duchamp membuat karya-siap-saji pertamanya,
yang mana ia mengerek obyek sehari-hari seperti roda sepeda atau rak
botol, mengangkat statusnya menjadi setara dengan seni ukir hanya
dengan cara memamerkannya di galeri dan mendaulatnya sebagai seni.
Duchamp dan seniman Perancis lainnya, Francis Picabia, membuat
lukisan-lukisan dan gambar-gambar yang penuh dengan main-main,
dan ukiran yang menggambarkan figur sebentuk mesin misterius-sebuah
sindiran keras terhadap teknologi baru. Karya mereka menarik perhatian
himpunan kecil-tapi-aktif para pemuka masyarakat, penulis, dan seniman
Amerika yang simpatik termasuk fotografer Man Ray.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar